LEMBAGA ADVOKASI


Konsepsi masalah penyelesaian masalah hukum yang kita kenal ada dua, yakni litigasi (peradilan) dan non litigasi (luar peradilan). Konsep non litigasi senantiasa menjadi alternative utama dalam setiap penyelesaian masalah hukum terutama masalah keperdataan seperti, waris, hibah, cerai dan lain-lain. Begitu pula beberapa di antaranyamasalah pidana yang bersifat umum. Apabila masalah tidak dapat di selesaikan secara kekeluargaan, maka alternative terakhir adalah penyelesaian di dalam peradialan(litigasi) oleh karenanya litigasi ini sering di sebut sebagai jalan terakhir ( the last action) atau upaya hukum terakhir (ultimum remedium)..

Penyelesaian masalah melalui litigasi tentunya melibatkan beberapa penegak hukum diantaranya adalahadvokat, jaksa, polisi dan hakim. Dalam konteks bantuan hukum bagi masnyarakat yang tidak mampu, advokat memiliki peran penting dalam menjunjung tinggi hak-hak hukum warnanegara yang tersangkut masalah hukumdi mata negara. Pendampingan bagi mereka sangat penting selama proses penyidikan dan penyelidikan sampai dengan kasusnya putus di meja hijau, hal tersebut di lakukan agar hak-hak mereka dapat di junjung tinggi dan tidak di abaikan oleh penegak hukum lainya.

Etika seorang penegak hukum di persidangan terutama advokat, di atur secara jelas dalam UU No 18 Tahun 2003 tentang advokat, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Mengingat litigasi adalah forum yang mulia, dalam berbicarapun sebagai pembela/Advokat di atur dalam standar persidangan.

Lembaga advokasi yang biasa kita kenal adalah LKBH atau lembaga konsultasi dan bantuan hukum. Lembaga ini memiliki orientasi non profit, yang memiliki fungsi kemanusiaanmemberikan advis hukum (bantuan hukum) baik di dalam ataupun di luar peradilan.

Lembaga advokasi dalam konteks kekinian senantiasa di bentuk oleh organisasi sebagai badan khusus yang membidangi masalah masalah kemasyarakatan yang erat kaitanya dengan hukum. Selain sudah menjadi trend tersendiri di kalangan organisatoris, juga sudah menjadi sebuah keharusan, karena langkah advokasi adalah langkah yang kongkrit dan memiliki kepastian hukum dalam setiap penyelesaiannya, dari pada sekedar aksi/berdemontrasi berwacana ( mengeluarkan pendapat) di forum terbuka untuk menyampaikan pendapat, langkah advokasi memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi dalam penyelesaian masala- masalah kemansyarakatan, apalagi masalah yang erat kaitanya dengan kebijakan pemerintah yang di rasa tidak populis( berpihak) kepada masyarakat.

About muhammad muaz

kalem,kaku....
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s